get app
inews
Aa Text
Read Next : Kembangkan Kasus Bea Cukai, KPK Dalami Peran Lebih dari 20 Perusahaan Forwarder

KPK Didesak Buka Peta Besar Kasus Suap Bea Cukai: dari Klaster Blue Ray hingga Makelar Kasus

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:12 WIB
header img
Gedung KPK. (Foto: Ist)

"Dalam kontra intelijen, ini disebut delayed network mapping, pemetaan jaringan yang terlambat," katanya.

Menurut Gautama, indikasi keberadaan forwarder lain sebenarnya sudah muncul sejak Februari hingga Maret 2026. Bahkan pada 27 Februari telah beredar informasi yang menyebut nama PT Infinity, PT Benua Bintang Jaya, dan PT Fasdeli.

Ia menilai keterlambatan membaca jaringan berisiko memberikan ruang bagi pihak-pihak yang belum tersentuh proses hukum untuk melakukan penyesuaian. Dalam perspektif kontra intelijen, kondisi tersebut dikenal sebagai window of adaptation.

"Setiap hari yang lewat adalah peluang bagi pihak-pihak yang namanya disebut untuk membersihkan jejak. Jejak digital bisa dihapus, uang bisa dipindahkan, dan narasi perlindungan bisa dibangun," ujarnya.

Perkembangan lain yang mendapat sorotan muncul dalam persidangan. Gautama menilai sejumlah fakta yang terungkap di ruang sidang justru memperlihatkan gambaran yang lebih kompleks dibanding narasi awal penyidikan.

Editor : Rizal Fadillah

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut