get app
inews
Aa Text
Read Next : Kembangkan Kasus Bea Cukai, KPK Dalami Peran Lebih dari 20 Perusahaan Forwarder

KPK Didesak Buka Peta Besar Kasus Suap Bea Cukai: dari Klaster Blue Ray hingga Makelar Kasus

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:12 WIB
header img
Gedung KPK. (Foto: Ist)

"Dan dalam perkara korupsi besar, kabut semacam itu sering menjadi tempat paling nyaman bagi aktor-aktor yang sesungguhnya ingin tetap tidak terlihat," ujarnya.

Pada akhirnya, Gautama menilai ukuran keberhasilan perkara Bea Cukai tidak semata-mata ditentukan oleh vonis terhadap sejumlah terdakwa. Yang lebih penting adalah kemampuan penyidik membongkar keseluruhan ekosistem yang memungkinkan praktik korupsi tersebut berlangsung.

Ia juga menilai KPK perlu segera keluar dari apa yang disebutnya sebagai narrative lock-in agar fakta-fakta baru yang muncul dapat dibaca secara objektif. Menurutnya, publik tidak menuntut konferensi pers setiap pekan, melainkan membutuhkan kejelasan arah penyidikan.

"Jika kontainer Semarang bukan bagian dari Blue Ray, katakan. Jika ada makelar kasus, buka. Jika Heri Setiyono sekadar saksi, jelaskan. Jika bukti terhadap Infinity sudah cukup, tetapkan tersangka. Jika belum, terangkan hambatannya," kata Gautama.

Menurutnya, tanpa kejelasan mengenai arah pengembangan perkara, kasus ini berisiko dikenang hanya sebagai operasi tangkap tangan yang berhasil membuka pintu awal, tetapi gagal mengungkap keseluruhan lorong yang berada di belakangnya.

"Karena kalau tidak, perkara ini akan dikenang bukan sebagai pembongkaran sistem, tetapi sebagai OTT yang membuka pintu besar, lalu berhenti di ruang depan," tandasnya.

Editor : Rizal Fadillah

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut