Pernah Diperiksa KPK tapi Tetap Promosi, Rekam Jejak Pejabat Bea Cukai Jadi Sorotan Tajam
Dari sisi kekayaan, Rizal melaporkan LHKPN pada 24 Februari 2025 dengan total Rp19,73 miliar. Komposisinya mencakup tanah dan bangunan Rp16,86 miliar, kendaraan Rp595 juta, harta bergerak Rp458,3 juta, serta kas Rp1,8 miliar.
Nilai tersebut dinilai sebagai akumulasi jangka panjang, namun pelaporan dilakukan saat skema iuran mulai dirancang dan berkembang pada pertengahan 2025.
IAW menilai persidangan harus membuka seluruh fakta secara transparan. Peran Rizal, arahan Orlando, hingga temuan safe house berisi Rp40,5 miliar dan emas 5,3 kilogram dianggap penting untuk diungkap.
IAW juga mempertanyakan efektivitas pencegahan KPK, termasuk alasan promosi pejabat yang pernah diperiksa serta waktu penindakan yang dinilai terlambat.
Penelusuran IAW terhadap Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan sejak awal 2000-an menunjukkan pola berulang selama dua dekade.
Editor : Abdul Basir